00:46 a.m. January 01, 2011.
Suara jedar-jedor kembang api masih terdengar di sana-sini. Terompet masih ditiup. Kendaraan masih memadati jalanan. Manusia-manusia ini masih tenggelam dalam gegap gempita selebrasu tahun baru...eh, maaf salah ketik, selebrasi tahun baru.
46 menit yang lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya sejak keberadaan cafe di depan rumah itu, saya dan keluarga selalu menghabiskan malam tahun baru di sana. Pesta kembang api. Meniup terompet. Mengamati jalanan yang padat merayap, mobil-mobil dan motor-motor yang berlalu lalang. Sebuah mobil-bergaya-anak-muda-trendi-abitch dengan pesta kecil-kecilan di dalamnya. Mobil yang hanya berisi satu orang dengan jendela terbuka lebar dan meniup-niup terompetnya (forever alone). Rombongan motor dengan segerombolan anak muda yang berteriak bak di alam rimba. Pengendara motor yang dengan alay-nya menggeber-geber knalpot (berasa keren). Atau hanya sekedar tukang becak dan satpam sebelah yang nongkrong di seberang jalan, ikut menikmati kembang api yang diadakan oleh kafe itu.
Saat kembang api dinyalakan, terompet ditiup, dan confetti disebar. Saat seluruh manusia itu seakan larut dalam kegembiraan, tawa, kagum, melepas beban dan lelah setahun terakhir. Mungkin, angan terisi oleh harapan baru, semangat baru, resolusi tahun baru, hidup baru....mungkin.
Dan perayaan pun usai. Langit tepat di atas saya, yang tadinya cerah oleh warna-warni kembang api telah kembali hitam. Confetti terserak di pinggir jalan, cerah dan cerinya kini tergilas roda-roda kendaraan, terpaksa berdamai dengan aspal. Kendaraan melaju lagi, masih dengan teriakan-terikan khas 'semangat' tahun baru. Lautan manusia mulai surut. Langit mulai tenang. Masih sesekali kembang api meluncur di langit. Sepuluh. Sembilan. Lima. Dua. Satu. Hingga sekarang, hening.
Mungkin benar, tahun baru harus diisi dengan semangat baru. Harapan baru. Resolusi untuk sebuah perubahan total atau hanya sekedar pemerbaikan diri. Mungkin....
Ah sudahlah. Toh, apa artinya itu semua... Terlalu banyak ekpektasi hanya akan menyiksa diri.
Let me back to reality, drowning myself to those assignment and getting ready for the final exam. Dan melupakan harapan-harapan baru yang semakin lama semakin kabur....
Ada sesuatu perubahan besar di 2011, dan saya harus siap untuk itu...kita semua harus.
cheers,
K