diam dalam hening yang tiada henti
memuram durja, memaki diri
menyalahkan raga yang menolak dipacu
mengkambinghitamkan pikiran yang semakin rancu
jarum jam dindingku memaki
menolak untuk meniti detik sepi
berputar dalam lingkaran 360derajat tiada henti
lintasan yang sama
keterbatasan tanpa batas
lukisan di dindingku mengumpat
merengek untuk melompat
bosan diam dalam pigura segi empat
sudut yang sama
dunia dalam batas
dan waktu seakan terhenti
terperangkap dalam batas maya
yang entah mengapa terasa nyata
dan hati melirih tuk berhenti
otak kehilangan daya
yang aku tahu protesnya nyata
mungkin hanya lelah
dan mungkin bosan
penat
atau kehilangan tujuan
definisi masa depanku buram
saat peta pikir tak lagi jadi patokan
saat hati mulai bersuara
berkontradiksi dengan akal sehat
dan kenyataan...
terlihat semakin kejam.