Jumat, 30 Desember 2011

Last post of 2011

So, here it comes the last day of 2011.

It's been a year since that galauism new year eve. Yeah, I just read my old posts about it, and aw come on, past me! Seems like I was in a chronic suffocation of breathing poisonous galau gas. Meh. #jijiksendirinulisnya

Another new year, another story. 2010 was one of my bad year, 2011 was much better, at least I enjoyed life more. Life's harder of course, and still people come and go. It's like sitting on a crossroad with a bucket of popcorn, watching the flow and enjoy the show.

This evening, I was lying on my bed, tortured by this goddamn vertigo attack. I started to wonder what life would be if I made a total different choices over all this year? Life is about choices, isn't it? 2011 was one with bunch of it. I pictured myself in a Eurotrip with my friends, if I took the double-degree or exchange program in Europe. I pictured myself having a solo trip away from friends in whatsoever country like Japan or Australia, or maybe having fun with total strangers I just met there. I pictured myself trapped in the same cycle, if I'm not taking the risk, or it could be something better happened, not sure of it though. Wasn't ever sure of it. A year is so much of to change a human life, to make choices, to have some adventures, to explore stuffs, and to make it worth.

Then, next year is another series of choices. What you choose is something that more or less will define what is going to happen in your future. Yes, it is scary to imagine that every step you made in this very day will affect the rest of your life. What if you made the wrong choice? So what? A choice is a choice, and there is no such thing as a wrong choice. Whatever happen due to your choice is something important to your life. Every single things matter, even the bad ones. And somehow you can re-choose the choices you've missed before. I believe that life consists of bunch of crossroad where at certain places you can turn back and make it different. The only thing you can't get back is time, because it just goes on.

Anyway, I'm hoping us all a great new year! Let this vertigo goes away to the darkest of the night, and let me go. Planning to go to Nglanggeran this night, and I'm not letting you ruin this, V.
Better sleep, then.

And oh, 2012, surprise me
...for whatever will happen.
:)



Minggu, 23 Oktober 2011

cerdas cermat

Cerdas cermat. Bahkan manusia-manusia yang paling mudah dibohongi pun bilang saya bohong. Mereka jauh lebih percaya dengan bualan saya yang mau-dobel-kuliah-senitari-di-ISI itu. Sial.

Before you go any further, I should remind that this gonna be a very looong (and might be boring) post. And note this, a bit pathetic.

Jadi ceritanya sebulan yang lalu, seorang teman, sebut saja Erie mengajak saya dan Gita untuk ikut management competition, National Management Competition lebih tepatnya, yang diadakan oleh Universitas Multimedia Nusantara. Nah, karena gak ada kerjaan juga dan sepertinya lumayan juga bisa ke Jakarta nengok ponakan2, simbah dan orang tua (dan libur kuliah). Berbekal pemahaman sotoy kalau management competition itu palingan kayak business case-business case yang bisa dinalar, saya pun menyetujuinya. Bahkan sebenernya saya belum tau nama acaranya apa dan diselenggarakan dimana. Happy-go-lucky lah... #matamu

Dan mimpi buruk pun dimulai ketika si Erie (leader/si pelopor/oknum penyesat) mengirimkan susunan acara dan tata cara lomba. And I was like... "Ini kok, kayak cerdas cermat ya?!" #jengjengjeng #zoomoutzoominkayaksinetron
Tapi doi sih bilangnya suruh santai aja, karena bahannya yang dasar banget makul jaman2 semester 1-2 gitu. Yaudah gue santai gitu dong ya~

Berbekal pertemuan satu malam kelompok kita (Saya, Gita, Erie) di sebuah cafe di Yogyakarta, sebut saja namanya Coklat. Bahas mau gimana disana, naik apa, bla-bla-bla, dan hora-hore sebagai selingan. Setelah bagi2 tugas, saya kebagian jatah meng-cover makul statek ama matek. (iye gue nekat) Hari senen kita terbang ke Jakarta, Jumat saya bengong, Sabtu ngerjain tugas disambi nonton drama korea (salahkan Platinum untuk ini!!), Minggu baru belajar, dan nyadar kalo statek matek itu banyak banget. Saya pun menangis, terus lanjut ngerjain tugas (baca: nonton dvd).

Ngueeeng~ #untukmempersingkatcerita
Tibalah kami di kota metropolitan. *backsound: tanjidoran*

Dari niat mau langsung ke rumah Gita di Bintaro (rumah persinggahan) buat belajar, apa daya karena simbah masuk rumah sakit saya musti nengokin dulu di Cipete, baru malemnya ke rumah Gita berbekal peta buatan tangan, GPS sotoy, dan kakak saya sebagai sopir. Seperti bisa ditebak, kami nyasar. Terus makan nasi padang dulu, tanya arah ama abangnya, dan sampailah saya di rumah Gita jam 9an malem.
Niat begadang belajar semaleman terdistraksi oleh cemilan dan buku-buku yang ada di kamar Gita. #ups

Hari pertama...
Saya bangun dengan tampang cerah sebelum jam 5. Sarapan, dan lalu berangkat menuju Serpong, lokasi UMN yang dosennya bilang tempat landasan UFO, udah semangat aja kirain beneran, ternyata cuma perumpamaan.. #sedihdeh
Sampai sana kita kepagian (baca: kebiasaannya Gita), nunggu tempat daftar ulang buka sambil cekakak-cekikik. Buka-buka catetan dikit, melupakan bagian susah dengan asumsi "ah, ga bakalan ampe bagian yang itu", dan tidak lupa berdoa.
Babak penyisihan pun dimulai, soal dibagikan, dan.... separo lebih isinya statek!!! #pingsan
Terus, terus, bagian yang kata Erie gabakal keluar itu ternyata banyak yang keluar dong.... kalang kabut deh eke.
--*backsound: pulangkaan sajaaaaa~ aku, pada ibukuuuu~*

Deket2 pengumuman, udah pasrah gitu kagak bakalan masuk ke babak seperlapan. Ketawa-ketiwi meratapi nasib. Erie nyeletuk, "Haiyo yo, yak ke awake dewe napo neng kene ki? Hahaha" (logat suroboyonan gitu lah, raiso aku nulise). Saya dan Gita ketawa miris, teringat kalau kita membawa nama universitas kita yang legendaris itu, yang katanya nomer #1 se-Indonesia, saing2an ama univ jaket kuning yang ngirim 3 tim ke lomba itu. Nama besar universitas dipertaruhkan, meeen~
Hasilnya, kita masuk ke babak seperdelapan final. Huhah!

Pulang kerumah singgah dengan haha-hihi #teuteup, sampe rumah pada tepar. Abis bococa (bobo core cantik), saya ama Erie kelaperan malem. Gita udah tidur. Yakali kita utuk2 ke dapur terus bikin mi rebus, ini rumah orang cuuuy, kurang ajar beud kan kalo begitu. Mau keluar cari sate bingung pamitnya dan keluarnya. Kepikiran loncat dari balkon tapi entar dikira maling. Dilemmatis. Untung akhirnya Gita bangun, perut terselamatkan. Maaf merepotkan, Git.. *sungkem* Sambil makan kita ngomongin strategi buat besok, yang mana adalah babak rebutan. Cerdas cermat bangedz. Udah yakin, bisalah ya, diambil 2 teratas. Dan kamipun tidur dalam damai.

Hari kedua...
Kalah. Lawan Maranatha ama Padjajaran, ato Parahyangan ya... wah kok lali yo aku. Yo pokokmen kalah. Skor minus pula. Kebanyakan nekat. Dan salah fatal di awal, which has the biggest score....and minus.
Dan gue bego banget dooooong, udah pede jawab essay hitungan, cara udah bener, SALAH ETUNG COBA, cuma gara2 16 tambah 3 saya tulis 18.....entah faktor buru2 entah emang idiot. *jedot-jedotin pala di tembok*
Soal2nya banyak istilah Indonesia yang kita bingung karena ga pernah tau, which is because kita ai-yu-pi gitu dech.. #sombong #alesan #ditimpapertaminatower
Ada soal tentang "pemulusan data", dan si leader nyeletuk, "opo yo, smoothing smooth opo jal artine?" Konsentrasi pun pecah...

Gatau untung ato buntung, ada babak golden ticket, dan kita dapet, dan kami pun lanjut ke babak selanjutnya. Bahahahahaha #ketawapasrah
Pulang kerumah singgah masih dengan tawa dan bayolan miris khas mahasiswa salah jurusan #bukancurhat #denial. Mampir di Teraskota, kami ngemil-ngemil sore, menerawang nasib esok hari. Babak seperempat final, lawan UI 1 dan UI 2........ krik krik krik, kirik!

Jadi ibaratnya lomba ini adalah pertemuan mahasiswa2 kasta tinggi dari berbagai universitas, dan kami (saya terutama) hanyalah mahasiswa kasta entah-berantah (saya terutama #diulang). Dan lalu diadepin ama UI dooong, kasta tertingginya (ketoke sih). Okelah nama UGM emang tersohor. Tapi plis, jangan lihat kami (saya terutama) dengan label UGM itu, lihatlah saya sebagai individu, plis. Jadi maafkan kalau mungkin kami (saya terutama) tidak berhasil mempertahankan "nama baik" universitas yang juga nyambi nyewain gedung manten ini. *sungkem* *teruslari2cantikdiGSP*

Malemnya, kami belajar semampu mungkin. Teuteup lah sambil ketawa-ketiwi gojek kere. Lalu tidur dalam kepasrahan.

Hari ketiga...
Babak seperempat final lawan dobel UI #JENGJENGJENGJENG #gasante
Untuk mempersingkat cerita, kita kalah.
Eh tapi sempet mimpin skor loh awal2, hebat kan, hebat lah ya... ya? ya? ya? pliis... #melas

Lanjut cerita, entah ada konspirasi apa disini ato emang minyak nyong-nyongnya Erie yang membimbing kita kesini, kita ikut babak golden ticket lagi (iye golden ticketnya 2 kali). Lawan UI 3 sekarang #yaTuhanapasalahdandosaku. Superpasrah.
Out of our expectation, we got that another goddamn golden ticket. To semifinal.
Padahal udah siap2 pulang... #lho #salah

Setelah ngemil sore di Burger King dan (masih) mempertanyakan nasib. Besok lawan UI2. Hrrr....
Dan kitapun bener2 pasrah. Gitu deh. Maaf ya UGM, kami gak berusaha semaksimal mungkin mengharumkan namamu~
Belajar bareng malem2. Saya ketiduran dengan jumawa.

Hari terakhir...
Saya bangun dengan sepersepuluh nyawa. Tidur sepanjang jalan. Padahal gak begadang. Suram.
Masih tetep kepagian sampe UMN, terus perut saya mules, boker dulu deh, dan bisaknya yaaa di toilet gue ketiduran dulu..... "oTL
Seperti bisa diprediksi, kita kalah tanpa perlawanan.

Malu gak tik? Malu sih, tapi yaudahlah ya..
Nyesel di akhir ga ada gunanya, nyalahin keadaan juga ya gimana, mungkin memang sudah jalannya. Pertanyaan2 super textbook, beyond our imagination #apadah. Pertanyaan2 yang kita bisa malah keluar di babak yang lain, pas kita cuma jadi penonton. Gak bakat pencet bel dulu-duluan. Dan gimana lagi, saya ini cuma mahasiswa kasta rendah, tuaaan... *pundung di pojok ruangan*
Dan kami (atau hanya saya?) pulang dengan kelegaan tingkat tinggi, dan rasa malu...sedikit.
Sekali lagi, maap yak mbah gadjah mada :*
--*backsound: now it's just too lateee~ and we can go back~ aaam sorry~ I can't be perfeeect~~*



lesson learned: Pake jas almamater itu bebannya berat. Mungkin kalo saya parasailing pake itu turunnya ga usah susah2 lawan angin.

Selasa, 16 Agustus 2011

solo traveling!

Solo traveling itu bukan jalan-jalan ke Solo. Bukan.

Udah lama banget saya pengen nyobain jadi solo traveler. Kadang traveling sama orang lain itu ada gak nyamannya, semacam ada keterikatan padahal bisa jadi tujuannya beda-beda. Jadinya, liburan jadi gak maksimal dan malah berpotensi bikin emosi. Gak asik kan? Yaa, kecuali tujuannya emang buat kebersamaannya sih :)
Akhirnya, dalam rangka libur semesteran yang berasa gak ada ujungnya ini (gayaaaa), sayapun melaksanakan niat saya untuk solo traveling. Dari dibilang kurang kerjaan sampe wong edan sama orang-orang, padahal menurut saya biasa aja ah. Dari budget terbatas sampe akhirnya dapet kucuran dana tambahan dari orang tua dikarenakan ketidaktegaan mereka... Halleluyah! Tujuanpun berubah haluan, yang rencananya pengen ke Karimun Jawa jadilah ke Ubud, Bali.

Perjalanan ini diputuskan dengan sangat impulsif. Berawal dari ngintil Bapak melayat orang tua salah satu rekan kantornya, which is liat upacara ngaben! (yang ternyata sampe sana udah bubar! Hiks) Lagi si Bapak pake pamer-pamer di facebook gitu. Ya kepengen lah ya saya! Tapi mendadak saya kepikiran buat sekalian tinggal di Bali lebih lama sendirian. Browsing-browsing penginapan murah di Ubud (banyak yang dibawah 100k cuy), semakin mantaplah keinginan saya. Sempet ditentang, tapi gak mempan, dan akhirnya disetujui bersyarat.

So here we go, my first solo traveling...

Ubud is a very pleasant place. Saya menginap di salah satu hotel melati di kawasan Monkey Forest Rd. atau Jl. Wanara Wana, nama gaulnya gitu deh Monkey Forest Road... Agustus awal yang dateng ke Ubud mostly bule-bule yang cari kehangatan (summer vacation maksudnyah), jarang banget ketemu turis lokal pas saya disana, nyaris ga ada malah. Sak ndalan mbok yo isine bule kuabeh. Tapi justru saya suka sih, soalnya turis-turis bule itu cenderung lebih cuek dan gak resek, gak ada model ibu-ibu rempong nan berisik, atau mbak-mbak jutek yang ngeliatin dari atas ampe bawah, dan yang paling penting gak ada mas-mas tengil. Hahahaha, seneng saya.

Petualangan di Ubud selama 3 hari dilakukan dengan jalan kaki dan sepedah. Yaaa, jadi saya gegayaan gitu mau nyepeda-nyepeda cantik di Ubud, ternyata baru keluar hotel 10 meter udah ngos-ngosan. #antiklimaks Tujuan saya saat itu adalah Museum Antonio Blanco, si pelukis Spanyol legendaris yang jatuh cinta dengan (cewek) Bali. Isi museumnya ya lukisan gitu deh.. #dikepruk Bukan cuma lukisan si Om Antonio, ada juga karya anaknya, Mario Blanco. Ada ruangan khusus lukisan BB17+, sangat menunjukkan bahwa Mr. Blanco Sr. sangat sangat mengagumi wanita pada umumnya, tapi tetep dong, cewek Bali favoritnya. Yang menarik menurut saya adalah gaya melukis si mister ini, semacem lukisan setengah jadi. Not those perfectly shaped ones. Eh? Ya gitu deh. Errr, maap, saya ga ngerti masalah lukis-lukisan. Perjalanan ke museum ini dari hotel sih lancar jaya ya, jalannya turun tajem, serasa mau terbang, asik! Begitu pulangnya..... *pingsan* Lucunya, saya baru tau gimana caranya mindah gigi sepeda begitu udah sampe lagi di hotel...hahahahahahah (iya saya tau itu super bego) Lebih begonya lagi, itu perseneleng sepeda sama modelnya kayak sepeda saya dirumah. Haha. Haha. Ha.

Aktivitas lainnya di Ubud adalah berjalan santai sambil sesekali wisata kuliner dan hunting foto. Jelas si Monkey Forest-nya sendiri ga ketinggalan dong, monyetnya unyu-unyu, sampai saya melihat sepasang dari mereka lagi elus-elusan titit. Sangat. Amat. Merubah cara pandang saya terhadap mereka. Errr.... Malam sebelum pulang saya sempet-sempetin nonton tari kecak yang lumayan jauh (kalo jalan) sampai sekitaran jam 9 malam. Dan jam 9 di sana udah sepi, sodara-sodara. Sepi!
Oiya, gak ada macem club-cluban di sini, paling cuma bar dan beberapa jazz cafe, itu aja gak tiap hari ada live music sayangnya.

Getaway ini menyenangkan buat saya. Satu gak enaknya mungkin cuma pas mau tidur kali ya, itu aja cuma gara-gara saya parno tidur sendirian pas malem pertama. Malem kedua, biasa aja. Overall, the trip was fun and 3 days in Ubud is definitely not enough! Saya belum sempet ikut kursus tari bali... :p
Tapi setidaknya saya sempet beli Babi Guling Ibu Oka yang katanya enak ituu! (Iya bener enak. Banget.)

And, these are some photos from the trip, enjoy!








More photos will be uploaded on my photo blog

See you next time, Ubud!
:*

Kamis, 21 Juli 2011

biar

biarkan aku bergumul dengan debu
menghirup sesaknya angan yang terlupa
biarkan aku bercanda dengan nestapa
menari dalam alunan tawa bayang semu
biarkan riuh menghantui kalbu
hingga sepi jenuh menyenandung sendu


k

Sabtu, 16 Juli 2011

Mocca Last Show


MOCCA LAST SHOW
"Annabelle and the Music Box"
JULY 15th, 2011
HALL A BASKET SENAYAN

It's been years since I first listened to their song. As I remember, I was still in elementary school (or junior high already?) when this band launched its first album. A very cute melody and simply adorable lyrics are the reasons why I fell in love with their songs. Lots of their songs are memorable ones for me. When I was in love and happy and all gooey, when I was in confusion and you know, galau :p, also when I was broken hearted and sad. Their songs are like a diary, just like their bio on twitter, they really are our lovely story telling band. My all time favorite is "I Remember", which also a soundtrack from Catatan Akhir Sekolah. I listened to that song over and over in 2009 (lol, you know why). It is sad to know that one of Indonesia greatest band is about to be on their long hiatus. Arina, their vocalist has to move to United States with her soon-to-be-husband. But as they said in one of their song, life keeps on turning..

So, this was their last show (which is not, because 2 weeks after they held a secret show in Bandung *sakitati *sebel) with cabaret concept and some indie bands to collaborate with. Due to our recklessness in finding the way to the venue, we had to be in the back seat (and a big dude sat in front of me. gtfo, bro!). So yeah, it was sucks to take pictures, and I mostly prefer to took video instead. However, it was an honor to see their last show.

Arina Ephipania, the vocalist

Annabelle

Arina and Sari from White Shoes and The Couples Company

Arina and her flute

touching and heartwarming closing

See you in another chapter of your story, Mocca.. :)


Rabu, 13 Juli 2011

tentang pukul 2 lebih 33 menit dini hari

Masih sama, suara detiknya
Masih sama, birunya
Masih sama, cekamnya
Masih sama, dan selalu sama.

Entah kapan beda bisa direalisasi.





k

Minggu, 26 Juni 2011

in a place with a bunch of strangers..

I'm sipping my oreo coffee blend in this little coffee shop near my grandma's house. This little place that always caught my glance every time I pass it on my way home. Now, I finally made it to be here, enjoying my precious evening coffee-time while working on my college assignment. This place is so homy with dull lighting and old-style decorations. Big sofas near the door and in the back corner, other are wooden chairs with round tables. I choose to sit in one of the wooden table in the middle of the room, where I can clearly see other customers in this coffee shop.
I'm in the place with a bunch of strangers. Two ladies sit across, having conversation enjoying their cigarettes more than the cups of coffee on their table. I can't hear their conversation. They just talk and talk until the cigarette box is empty. A couple sit next to my table, looks so problematic. They had a serious conversation and holding hand sometimes. The lady had a couple of cigs while the man deliver his convincing speech, try to calming down the lady in her (maybe) confusion or doubt. A group of gentlemen have their rough discussion, cigars in between their fingers, smoke on their head. Another problem, another life sharing. I can't understand what kind of problem they're having. Life's is a problem. And every living creature had their own problem, right? This is what I like to be in a new place and be a total stranger. We share the same air, the same atmosphere, but we just cannot share the same thought. Just like they cannot understand mine.
I hate this smoky air. The combination of suffocating air, my sniffling and running nose, this assignment are making me dizzy. I hate this indoor-smokeable-place. I don't hate smokers, I just had the condition I cannot breath fresh air while I'm around them. Maybe just as these people hate their life problems. But I just have no right to complain. Yet, I started to enjoy this, watching around these strangers.
I'm breathing in this suffocating smoky air, try to catch some oxygen from it. Forgetting my assignment, forgetting my smoke problem. Not all people capable to understand other, but trying to have empathy on others is all I can do. There is no way I can deny or confront with this condition, somehow we just have to enjoy problems, and maybe others' as well. And as the smoke spread over this room's air, these stranger may hope that their life problems also go away with. Me? I hope breathing the smoke they produce could make me understand life better. I'm not the only one that have problem, I'm not the only one that live and breath. And by this I hope, I can increase my empathy toward others and be wiser. I don't expect empathy from others, not all people have a good empathy, I just hope I could have one.

Rabu, 08 Juni 2011

tentang pertambahan umur.

Isn't it scary, to know that you're going to move on into your next stage of life? Knowing that you'll have more responsibilities to carry on? If you look back to a year earlier, to what you've promised yourself to be in the next one year. Have you achieved it yet? All those hopes from people was those just ended up as unrealized hopes? And in this brand new year of life, you're going to do the same rituals. Greetings. Wishes. Celebration. Adding one to your age in whatsoever form or biography you'll write until 365 days later. Then what?

Ulang tahun. Mungkin sama seperti esensi makna di setiap kata yang menyusunnya.
Ulang. Tahun.
Repetitif? Ritualis?
Entahlah.
Tapi kalau ini tentang pengulangan, berarti ini mengulang kembali satu tahun di hidup anda? Aneh. Lalu buat apa penambahan nominal angka, atau harapan akan suatu yang lebih, entah lebih apa. Kalau tentang pengulangan, ulang saja cara hidupmu seperti yang sudah-sudah. Terus seperti itu.
Ulang tahun-ucapan selamat-harapan-janji-hidup yang sama-ulang tahun lagi-ucapan selamat lagi-harapan lagi-dan seterusnya.

Hahahaha, terlalu skeptis kah?
Saya bukan pemakna kata yang baik. Bukan juga pemakna momentum waktu yang handal. Cuma sekedar manusia bosan yang malas mengerjakan tugas di detik-detik terakhir sembilan belas tahun-nya.
Tapi bener deh, saya jadi galau gara-gara ketikan saya diatas itu.
Asu banget ya?

Satu tahun yang lalu, saat menjelang 9 Juni, saya sakit. Gagal nyusulin keluarga ke Jakarta. Gagal morotin Bapak (ups) di sana. Ujung-ujungnya cuma ketap-ketip di kamar dengan suhu badan sepanas tempat duduk yang udah didudukin selama berjam-jam (Kurang ekstrim ya? Saya cuma mencoba realistis kok. Lebay banget kan kalo saya samain sama kompor?), menggigil, dan super keliyengan. Penyakit itu emang semacam kurang ajar gak tau waktu, padahal sebelum-sebelumnya bisa dibilang sehat-sehat aja. Atau, dia menunggu waktu yang tepat? Entahlah. But I knew, it was all meant to be. Terus, terus, saya berencana banyak buat setahun ke depan. Kebanyakan malah. Berharap dan berekspektasi. Berasumsi bahwa faktor pendukung akan selalu sama. Nyatanya? Manusia kembali padaNya. Rasa hilang. Janji menguap. Semangat bisa pupus. Motivasi bisa tiba-tiba tersesat. Resolusi bisa jadi sekedar ritual yang tak terealisasi.

Tapi toh, nyatanya kehidupan akan tetap menjalankan agendanya tanpa hirau akan catatan rencanamu. Resolusi itu cuma motivator di awal jalan. Dan saat bertemu persimpangan tak terduga, toh harus sabar juga saat dipaksa berbelok, atau malah berbalik kembali pada jalan yang pernah kau hindar. Jangan bicara mimpi! Hadapi saja realita!
Hus, ngelantur.

Hmmm... Saya yang sekarang, setelah 1 tahun lewat, mungkin sudah jadi orang yang berbeda dan tetap sama sekaligus. Entahlah tahun depan.
Realisasi resolusi? No comment.

Penutupnya,
sebuah doa klasik yang sedikit kejam: wish all the best for me! :)
because the best isn't always what you want, right?


Regards,
20-years-old-me

Rabu, 16 Februari 2011

metamorfosis pipi

Dan ini yang membuat saya tersiksa selama semingguan terakhir ini: BEDAH GIGI GERAHAM BUNGSU. 4 biji. (whyyyyy???)

a day before the surgery

Bertempat kejadian perkara di Brawijaya Women and Children Hospital, Jakarta (iye salah pilih tempat..T.T) diperkosalah rongga mulut saya dengan kondisi saya tepar total (baca: anestesi umum).
And this is it, setelah 3,5 jam dipaksa mangap.....

2 days after the surgery
(bukan. ini bukan sengaja ngembung2in pipi biar keliatan uchul)

Meskipun sekarang bengkaknya sudah jauh berkurang, malang tak dapat ditolak, saya masih belum bisa makan dengan normal. Tiada hari tanpa bubur. Itupun langsung ditelen. Dan gak kenyang. SAYA KELAPARAN! Syukurlah tidak sampai menggunakan sedotan... Kabar buruk buat berat badan saya, turun 2 kilo(lagi). Miris.

Anyway, semiris mirisnya keadaan, masih lebih miris sakit gigi dikala sakit hati, they're a perfect match. LOL ;p

Selasa, 15 Februari 2011

messy me.

I've been loving someone else for so long that I forgot who the real me really was. I'm fierce, I'm strong, I'm happy.
Cassie Bunn

ps: The pic was taken about half and a year ago. That was me, wearing my graduation kebaya. And that's exactly what I wore on my graduation. Kebaya+sneakers. uyeah!



Kamis, 03 Februari 2011

Resolusi Semester Baru!

Too late for new year resolution, but it isn't late yet for new semester resolution! Yay~! *sigh*
Soo, I'm gonna start the new anotherboringsixmonthfullofdramaandunderpressurescollegelife in the next 10 days. Well, not much too say, just wish me luck.
And here it goes my resolutions, just to give myself some goals to achieve.. :)

1. Get straight A's for 4th semester study result. (tapi yaaa, take it easy lah yaa :p)
2. Bisa parkir mobil dengan cantik. (a must!)
3. Belajar masak. nananana~
4. Enjoying being single all semester. uyeah! (relationship free~ :3)
5. Looking for a part-time job... :|
6. Backpacking to some beautiful places, at least Karimun Jawa. :D
7. Banyak-banyakin hunting photo lagi!
8. Naekin berat badan at least jadi 45 kg.
9. Bikin bangga orang tua. (gimana caranya saya juga masih gatau..)
10. Last but not least, redecorating my room. Rencana jaman jebot yang ga pernah direalisasikan.


Oke. Emang mostly ga berhubungan ama kuliah. Tapi yo wes yoben lah...nyehehe :p
Semoga saya bisa melewati semester 4 dengan selamat. Amin.



cheers, K

Selasa, 25 Januari 2011

unyu?

mungkin ini yang dimaksud orang-orang 'unyu'
iya kah?

Kamis, 20 Januari 2011

terimakasih.

akhirnya kudapatkan belati yang cukup tajam,

...untuk membunuh perasaan itu.




:)

Senin, 10 Januari 2011

H.O.L.I.D.A.Y

no kidding.

IT'S (finally) HOLIDAY !!

yeehhaaaaaaa~




cheers, K
:*

Senin, 03 Januari 2011

final examination

JENG JENG JENG !!!!
*zoomin* *zoomout*


Currently on my final examination week till Saturday...
*barubanguntidur* *ngeblogsambilngetehsore*
lucky me, tomorrow is an open book exam.. (or not?)
but the day after tomorrow will be......hell.
combination of Financial Management 1 and Econometrics.
*bunuhdiri*


just wish me luck.
and GOD bless me.
amen.





cheers,
K

Sabtu, 01 Januari 2011

selamat ........... baru !! :D

00:46 a.m. January 01, 2011.

Suara jedar-jedor kembang api masih terdengar di sana-sini. Terompet masih ditiup. Kendaraan masih memadati jalanan. Manusia-manusia ini masih tenggelam dalam gegap gempita selebrasu tahun baru...eh, maaf salah ketik, selebrasi tahun baru.

46 menit yang lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya sejak keberadaan cafe di depan rumah itu, saya dan keluarga selalu menghabiskan malam tahun baru di sana. Pesta kembang api. Meniup terompet. Mengamati jalanan yang padat merayap, mobil-mobil dan motor-motor yang berlalu lalang. Sebuah mobil-bergaya-anak-muda-trendi-abitch dengan pesta kecil-kecilan di dalamnya. Mobil yang hanya berisi satu orang dengan jendela terbuka lebar dan meniup-niup terompetnya (forever alone). Rombongan motor dengan segerombolan anak muda yang berteriak bak di alam rimba. Pengendara motor yang dengan alay-nya menggeber-geber knalpot (berasa keren). Atau hanya sekedar tukang becak dan satpam sebelah yang nongkrong di seberang jalan, ikut menikmati kembang api yang diadakan oleh kafe itu.

Saat kembang api dinyalakan, terompet ditiup, dan confetti disebar. Saat seluruh manusia itu seakan larut dalam kegembiraan, tawa, kagum, melepas beban dan lelah setahun terakhir. Mungkin, angan terisi oleh harapan baru, semangat baru, resolusi tahun baru, hidup baru....mungkin.

Dan perayaan pun usai. Langit tepat di atas saya, yang tadinya cerah oleh warna-warni kembang api telah kembali hitam. Confetti terserak di pinggir jalan, cerah dan cerinya kini tergilas roda-roda kendaraan, terpaksa berdamai dengan aspal. Kendaraan melaju lagi, masih dengan teriakan-terikan khas 'semangat' tahun baru. Lautan manusia mulai surut. Langit mulai tenang. Masih sesekali kembang api meluncur di langit. Sepuluh. Sembilan. Lima. Dua. Satu. Hingga sekarang, hening.



















Mungkin benar, tahun baru harus diisi dengan semangat baru. Harapan baru. Resolusi untuk sebuah perubahan total atau hanya sekedar pemerbaikan diri. Mungkin....

Ah sudahlah. Toh, apa artinya itu semua... Terlalu banyak ekpektasi hanya akan menyiksa diri.
Let me back to reality, drowning myself to those assignment and getting ready for the final exam. Dan melupakan harapan-harapan baru yang semakin lama semakin kabur....
Ada sesuatu perubahan besar di 2011, dan saya harus siap untuk itu...kita semua harus.




cheers,
K